Gurukomputer

Walk The Talk

Walk The Talk

Biasanya hari minggu pagi diserbu oleh film kartun atau acara jalan – jalan atau memasak. Wajar lah program yang disediakan oleh sebagian besar televisi swasta menyajikan program yang ringan dan menghibur karena hari minggu adalah hari yang sangat santai, rumah bisa menjadi alternatif untuk rehat sejenak dari masalah kehidupan sehari – hari. Mungkin program – program tersebut bagi sebagian orang kurang bermanfaat, apalagi doraemon dan dragon ball yang masih diputar oleh dua stasiun televisi swasta di tanah air ini. Alhasil kita selalu memegang remote agar bisa berpindah – pindah channel hanya untuk sekedar mencari program televisi yang sesuai keinginan hati. Beberapa minggu ini, ada acara yang menarik perhatian saya yaitu WALK THE TALK, acara ini mengajak kita untuk belajar bahasa inggris dengan santai. Serunya, setiap kali episode nya selalu berkeliling untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar, sehingga beberapa orang yang ditemui Jason (host acara ini) selalu kewalahan untuk berinteraksi dengan menggunakan bahasa inggris. Selain itu di setiap segmennya terdapat clue yang jika dirangkai menunjuk kepada jawaban kuis. Program ini merupakan kerjasama antara American British Council ( bener ga yah?? :D) dengan LIA (Lembaga Indonesia – Amerika). Program ini sangat bermanfaat karena kita diajak untuk berjalan – jalan sambil belajar bahasa inggris dengan santai. O iya, program ini diputar setiap hari minggu pada pukul 10:00 – 10:30 WIB di TRANS7.

Klo ada waktu silahkan nonton program ini, insya allah banyak manfaatnya. ;)

tubex : Hai bro….lagi apa?

sandhee_tube : Bentar yah, gw lagi sibuk nih….:D.

———- 1 jam kemudian —————-

tubex : bro, kemana aje sih lo ??? sibuk ngapain sih???

BUZZ !!!!!

Bagi yang sering chatting lewat Yahoo! Messenger atau bahasa kerennya YM, fasilitas buzz sangat membantu ketika lawan bicara kita tidak merespon. Caranya cukup mudah dengan cara menekan tombol  buzz .

Tapi ternyata ada cara lain untuk ngebuzz, yaitu dengan menuliskan <ding>.  Ada kelebihan jika kita menggunakan <ding>, yaitu kita bisa ngebuzz lawan bicara kita tanpa jeda sama sekali (dibandingkan dengan menekan tombol buzz yang mengharuskan kita menunggu sebelum bisa ngebuzz lagi, mungkin ini salah satu bug dari YM?). Kelebihan lainnya, cara seperti ini bisa dipake di pidgin yang notabene tidak mempunya fasilitas buzz.

Tahun 2020? ga kelamaan tuh? mungkin sempat terbesit di benak kita semua mengapa kita harus menerka apa yang akan terjadi pada ILKOM UPI di tahun tersebut. Saya hanya setuju dengan pendapat bahwa masa depan harus direncanakan dengan sebaik – baiknya ;).

Pesatnya perkembangan yang dialamin oleh ILKOM UPI membuat saya optimis bahwa kali ini UPI akan sedikit terangkat namanya dengan kekuatan yang dibangun oleh ILKOM UPI.  Melihat kenyataan bahwa sekarang ilkom terbantu dengan tambahan 4 dosen baru yang berkompeten di bidangnya. Belum lagi Dr. Wawan Setiawan, M. Kom yang naik tahta menjadi Pembantu Dekan 2 menjadikan ILKOM UPI lebih kuat dimata Universitas.

Pada 4 tahun kebelakang (mungkin kurang 4 tahun), ILKOM UPI tidak mempunyai tempat yang tetap untuk dijadikan basecamp namun karena kegigihan pihak PRODI akhirnya ILKOM UPI sekarang menempati bangunan peninggalah FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga & Kesehatan, bener ga yaH?).

Apa sih yang diharapkan dari ILKOM UPI?

Pada dasarnya bukan ILKOM UPI saja jurusan yang selalu didera pertanyaan seperti ini, namun hal ini menjadi tanda tanya untuk perkembangan ILKOM UPI itu sendiri. Mau kemanakah kita ini? Nahkoda kapal haruslah ditujukan kepada tujuan yang pasti dan mempunyai prospek yang cerah bagi perkembangan ILKOM UPI. Salah satu peluang adalah pada sektor pendidikan, ILKOM UPI mempunyai program studi PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER yang notabene dicetak untuk berkiprah di sektor pendidikan sehingga perkembangan dunia IT di pendidikan lebih berwarna.

Ketika melihat kenyataan di lapangan bahwa belum adanya tenaga pendidik TIK (khususnya) yang tidak mempunyai kompetensi di bidang itu (namun belum tentu tidak mempunyai kemampuan). Sebagai perbandingan, ketika saya melakukan PLP (sebanding dengan PKL :D) di salah satu SMA Negeri Bandung, ternyata tenaga pendidik TIK adalah eks guru matematika. Untuk itulah saya sangat optimis ketika tahun 2020 mungkin ILKOM UPI sudah punya lulusan yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia untuk menjadikan pendidikan TIK lebih baik dari hari ini.

Bagaimana ILKOM UPI di tahun 2020?

Hmmm….saya bukanlah MAMA LAUREN atau KI JOKO BODO yang senang meramal masa depan dengan kekuatan spiritual, namun kedua orang tersebut pasti setuju bahwa ILKOM UPI akan menjadi besar dan bertenaga (kayak apa aja hehehe) dengan disokong oleh SDM yang berkualitas. Saya setuju dengan tulisan rekan saya (Nhu) yang mengatakan bahwa mungkin saja nanti lahir “next bill gates” dari ILKOM UPI ini. Who’s know for the future, right?

Jadi nantikan kiprah ILKOM UPI di tahun 2020 dengan skuad (Para Dosen maksudnya) yang mungkin berasal dari mahasiswa sekarang yang sedang menimba ilmu dengan tekunnya di ILKOM UPI. :)

*Tulisan ini saya persembahkan untuk ILKOM UPI. Tempat saya bernaung, yang saya sangat cintai :)

Doctrine adalah sebuah ORM yang digunakan pada bahasa pemrograman PHP, dengan menggunakan Doctrine kita dapat mempersingkat waktu pengerjaan untuk database karena Model dapat digenerate oleh Doctrine.

1.  Download doctrine melalui svn (http://svn.doctrine-project.org/tags/1.1.0) lalu taruh di application/libraries/doctrine.

2.  Buat folder untuk keperluan doctrine

- data (system/application)

- sql (system/application/data/)

- fixtures (system/application/data/)

- schema (system/application/)

- migrations (system/application/)

3.  Buat file config untuk doctrine

<?php
define('APPPATH', 'C:' . DIRECTORY_SEPARATOR . 'xampp' . DIRECTORY_SEPARATOR . 'htdocs'. DIRECTORY_SEPARATOR .'system'. DIRECTORY_SEPARATOR . 'application'. DIRECTORY_SEPARATOR);

define('DOCTRINE_PATH', APPPATH . 'libraries' . DIRECTORY_SEPARATOR . 'doctrine' . DIRECTORY_SEPARATOR . 'lib');
define('DATA_FIXTURES_PATH', APPPATH . DIRECTORY_SEPARATOR . 'data' . DIRECTORY_SEPARATOR . 'fixtures');
define('MODELS_PATH', APPPATH . 'models');
define('MIGRATIONS_PATH', APPPATH . 'migrations');
define('SQL_PATH', APPPATH . DIRECTORY_SEPARATOR . 'data' . DIRECTORY_SEPARATOR . 'sql');
define('YAML_SCHEMA_PATH', APPPATH . DIRECTORY_SEPARATOR . 'schema');

require_once(DOCTRINE_PATH . DIRECTORY_SEPARATOR . ‘Doctrine.php’);

spl_autoload_register(array(‘Doctrine’, ‘autoload’));

Doctrine_Manager::connection(‘mysql://root:root@127.0.0.1/test’);
Doctrine_Manager::getInstance()->setAttribute(‘model_loading’, ‘conservative’);
Doctrine_Manager::getInstance()->setAttribute(Doctrine::ATTR_VALIDATE, Doctrine::VALIDATE_ALL);
4.  Instal Custom Loader

Edit atau buat jika MY_Loader di folder system/application/libraries/ tidak ada, lalu tambahkan kode berikut:

<?php
class MY_Loader extends CI_Loader {
function doctrine($table=FALSE) {
$ci
=&get;_instance();
if (!defined('DOCTRINE_PATH')) {
require APPPATH.'config/doctrine.php';
}
if (!isset($this->doctrine_manager)) {
$this
->doctrine_manager = Doctrine_Manager::getInstance();
}
if ($table !== FALSE) {
if (isset($ci->{$table})) {
return $ci->{$table};
}
Doctrine::loadModels(MODELS_PATH);
$ci->{$table} = Doctrine::getTable($table);
return
$ci->{$table};
}
return $this->doctrine_manager;
}
}

5.  Menyetting Doctrine Command Line Interface

Nah ternyata yang jadi permasalahan adalah pada saat kita akan mengaktifkan CLI pada Doctrine, windows tidak mengenal jenis single file yang langsung dapat diubah menjadi executable, hal ini hanya berlaku di lingkungan *.nix. Maka kita tidak perlu membuat file doctrine tapi kita langsung membuat file doctrine.php, lalu kita edit dan tambahkan kode :

<?php
require_once('config/doctrine.php');
// Configure Doctrine Cli
// Normally these are arguments to the cli tasks but if they are set here the   arguments will be auto-filled
$config = array('data_fixtures_path' => DATA_FIXTURES_PATH,
'models_path' => MODELS_PATH,
'migrations_path' => MIGRATIONS_PATH,
'sql_path' => SQL_PATH,
'yaml_schema_path' => YAML_SCHEMA_PATH);
$cli = new Doctrine_Cli($config);
$cli->run($_SERVER['argv']);
Contoh penggunaan CLI:
… > php doctrine.php
> Doctrine Command Linte Interaface
> ………….
> ………….
Setelah ini maka doctrine sudah bisa digunakan.
Tambahan (untuk mengetes hasil instalasi) :
1.  Buat file user.yml di system/application/schema
User:
columns:
username: string(255)
password: string(255)
2. Generate model dengan menggunakan perintah >php doctrine.php generate-models-yaml
3. Hasil generate akan tersimpan di folder application/models dan application/models/generated
Selamat Mencoba ;)

Sudah lama sebenarnya saya ingin mengimplementasikan skrip yang mempunyai kegunaan untuk membentuk konfigurasi file. Jadi nantinya kita bisa mengubah konfigurasi database (misalnya) di dalam aplikasi kita. Untuk itu saya membuat kelas (ga tau ini termasuk OOP atau tidak) Configure yang mempunyai fungsi tersebut.

Dalam penggunaan library ini (saya sebut library karena tinggal pakai saja), kita diharuskan membuat folder config yang didalamnya terdapat file konfigurasi, seperti : database.php. Jadi susunan foldernya , seperti ini:

Struktur folder

Struktur folder

Penjelasan :

1. Config : Di dalam folder ini berisi file konfigurasi seperti config.php atau database.php

2. Installation : Folder untuk instalasi, disini file yang akan dijalankan untuk membentuk file konfigurasi (configure.class.php)

Lalu buatlah file bernama installation.php (sebenarnya namanya bebas yang penting file configure.class.php harus disertakan dalam file ini). Skripnya sebagai berikut:

<?php

include “configure.class.php”;

$a = new Configure();
$a->setFileName(‘database.php’);
$a->setDebug(true);
$a->write(‘db_host’,’localhost’);
$a->write(‘db_user’,’root’);
$a->write(‘db_pass’,’sandee’);
$a->write(‘db_name’,’biologi’);
$a->writeAll();

?>

Hasil dari eksekusi installation.php:

Hasil eksekusi installation.php

Hasil eksekusi installation.php

Setelah itu maka config.php akan dibuat oleh skrip tersebut, dan aplikasi anda dapat berjalan sesuai keinginan anda.

Method yang dipakai:

  1. setFileName(‘nama-file.php’) = Untuk set nama file yang akan digunakan. Contoh : $a->setFilename(‘database.php’);
  2. setDebug(true/false) = Mengaktifkan debug, atau info dari hasil eksekusi. Default: false
  3. write(‘nama-variabel-php’,’nilai-variable-php’) = Untuk membentuk isi dari file konfigurasi php, contoh: $a->write(‘db_user’,’root’) maka akan sama dengan $db_user = “root”
  4. writeAll() = untuk mengeksekusi skrip

Download Disini

Note : skrip ini gratis dan sangat mendukung untuk diperbaiki dan dikembangkan lagi ;). Maaf yah apabila kata – kata nya kurang dimengerti, maklum masih belajar nulis nih :D

– Ditunggu FEEDBACK – nya, nuhun –

Tags:

Wah pidgin lagi? kenapa sih saya sering posting tulisan tentang pidgin?. Mmmm…bukan apa2 sih sebenernya nemuin tips n trik untuk pidgin itu secara tidak sengaja, malah kebanyakan dikasih tau temen. Ternyata pake pidgin banyak manfaatnya :D.

Masalah utama chatting di pidgin adalah perbedaan emoticon yang dipakai oleh pidgin berbeda tapi menurut saya tidak berbeda namun bentuknya saja yang berbeda. Hal ini bisa kita akalin dengan menginstal smiley theme, loh ko theme? Ya, pidgin memakai theme untuk smileynya sehingga dapat diganti sesuai kehendak kita. Untuk itu kita harus download smileynya dulu.

Cara pemasangan:

1. Ekstrak paket tersebut, lalu kopikan folder tersebut ke C:\Program Files\Pidgin\pixmaps\pidgin\emotes\

2. Lalu masuk ke menu Tools->Preference->Smiley Themes

3. Pilih theme yang baru saja kita tambahkan.

That’s it. Happy Chatting hahaa

Perkembangan situs jejaring sosial Facebook di Indonesia sangat pesat akhir – akhir ini. Apalagi dengan konsep nya yang menurut saya sangat sosial :).  Nah salah satu fitur yang dipunyai facebook adalah chatting, sebenarnya facebook sendiri sudah meluncurkan facebook messenger untuk kita dapat chatting tanpa harus mengunjungi situsnya.

Namun menurut saya terlalu ribet karena harus menjalankan program lagi apalagi kalo akun tempat kita chatting banyak (MSN, Yahoo, GTalk, dll). Akhirnya saya memutuskan untuk memakai pidgin, program chatting yang dapat dijalankan di Windows atau Linux dan tentunya mendukung “multi akun” yang seperti saya sebutkan tadi.

1. Agar pidgin mendukung facebook maka kita harus unduh pluginnya disini.

2. Lalu jalankan file tersebut untuk memulai instalasi plugin.

3. Setelah selesai lalu restart pidgin, maka di menu account->manage account maka akan ada pilihan facebook di bagian protocol. Masukan email dan password yang dipakai untuk login ke facebook.

4. Setelah selesai lalu klik “SAVE” , nanti pidgin akan memunculkan popup yang menanyakan apakah kita akan menyetujui sertifikat. Untuk gampangnya pilih “ACCEPT” ajah. DONE

Gampang kan? Selamat mencoba.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.